bukan foto sebenarnya
Pertemuan pertama mata kuliah “Kecakapan antar personal” yang diampu oleh bapak Lucky B Pangau, S.Sos,MM., membuat saya sadar akan beberapa hal yang memaksa saya untuk berpikir ulang, kenapa kok saya hidupnya gini-gini aja ya?
Terkadang kita belum menyadari dan belum memahami. Kehidupan yang kita jalani ini sering mengalami berbgai hal yang mungkin lebih buruk dari hari kemarin, sehingga kita bisa dibilang celaka. Memang seharusnya kita lebih baik dari kemarin, tetapi karena kebiasaan-kebiasaan buruk kita yang susah dihilangkan menyebabkan hidup kita stagnan dan susah move-on untuk menjadi lebih baik.
Move-on itu sejatinya benar-benar meninggalkan berbagai hal yang menghambat kita untuk berubah, menuju kebaikan, tentunya. Dan tanpa terbesit keinginan untuk mengulangi kesalahan-kesalahan kita yang lalu. Kalau kita masih saja mengulanginya, itu berarti kita “gagal move-on”. Seperti kata pak ustad, kalau ingin bertaubat ya harus taubatannasuha, itulah taubat yang sebenar-benarnya taubat.
Apakah kita sadar kalau setiap hari diri kita ini sedang diuji? Setiap orang pasti berpikiran yang sama bahwa kehidupan sehari-harinya merupakan ujian hidup. Nah, atas dasar itulah diri kita setiap harinya diseleksi. Berusahalah semaksimal mungkin, sejak bangun tidur hingga sebelum tidur, untuk senantiasa melaukan segala sesuatu dengan baik dan professional. Dan lakukanlah hal tersebut di setiap harinya dengan semangat move-on tadi. Dengan begitu diri kita akan lolos seleksi, dan kita bisa dibilang orang yang sukses dan beruntung karena sudah menjadi lebih baik dari hari sebelumnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar